Kamis, 01 Juli 2010

Hati- hati Aspartam!!

Hati-hati dengan produk makanan dan minuman yang mengandung Aspartame, karena dapat menyebabkan pengerasan otak atau sumsum tulang belakang dan lupus. Saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak atau Sumsum Tulang Belakang dan Lupus. Kebanyakan orang tidak mengerti mengapa wabah ini terjadi dan mereka tidak mengetahui mengapa penyakit-penyakit ini begitu merajalela.

Saya akan beritahu Anda mengapa kita menghadapi masalah yang serius ini. Saat ini banyak orang menggunakan pemanis buatan. Mereka melakukan ini, karena iklan di televisi yang memberitakan, bahwa gula itu tidak baik buat kesehatan mereka. Hal ini memang benar sekali. Gula itu merupakan racun bagi tubuh kita, akan tetapi, apa yang orang-orang gunakan sebagai pengganti gula, lebih mematikan. Apa yang saya maksudkan di sini adalah Aspartame. Ini adalah biang wabah yang disebutkan di atas. Aspartame merupakan bahan kimia yang mengandung racun, yang diproduksi oleh perusahaan kimia bernama Monsanto. Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia sebagai pengganti gula. Dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman ringan

untuk diet, seperti Diet Coke dan Diet Pepsi. Hal ini juga dapat dijumpai pada produk pemanis buatan seperti Nutra Sweet, Equal, dan Spoonful; dan ini banyak digunakan di produk-produk pengganti gula.

Aspartame dipasarkan sebagai satu produk diet, tapi ini sama sekali bukanlah produk untuk diet. Kenyataannya, ini dapat menyebabkan berat tubuh bertambah, karena dapat membuat Anda kecanduan karbohidrat. Membuat berat tubuh Anda bertambah hanyalah sebuah hal kecil yang dapat dilakukan oleh Aspartame.

Aspartame adalah bahan kimia beracun yang dapat merubah kimiawi pada otak dan sungguh mematikan bagi orang yang menderita parkinson. Bagi penderita diabetes, hati-hatilah bila mengkonsumsi untuk jangka waktu lama atas produk yang mengandung Aspartame ini, karena dapat menyebabkan koma, bahkan meninggal. Bila ada produk yang mengklaim, bahwa produk itu bebas gula, Anda sudah tahu, bahwa hal ini mengandung Aspartame. Jangan mengkonsumsi produk tersebut.Salah satu minuman suplemen yang mengandung ASPARTAME adalah serbuk effervescent EXTRA JOSS ! Pada kemasan tertulis : MengandungAspartame 0,06% [ADI 40 mg/kg BB].


Plastik dan Gabus berbahaya

Plastik dan gabus sama-sama praktis sebagai kemasan makanan. Tetapi keduanya
juga mengandung zat-zat yang amat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Kanker
salah satu ancamannya.
Ingat iklan tentang pipa plastik dari bahan polyvinyl chlorida (PVC) yang
tak hancur meski diinjak-injak gajah? Sekarang, bayangkan bila unsur-unsur
zat itu masuk ke tubuh melalui kemasan makanan dari bahan plastik maupun
styrofoam (gabus). Tentu saja sistem pencernaan kita sulit mencernanya.

Tanpa memikirkan atau sekedar mau tahu mengenai risikonya terhadap
kesehatan, kemasan makanan dari bahan plastik maupun styrofoam sudah pasti
menjadi pilihan utama karena praktis, ringan, dan bisa digunakan berulang
kali. Tetapi pada kedua jenis bahan ini justru ditemukan kandungan dioctyl
phthalate (DOP) yang menyimpan zat benzen, suatu larutan kimia yang sulit
dilumat oleh sistem percernaan.
Benzen ini juga tidak bisa dikeluarkan melalui feses (kotoran) atau urine
(air kencing). Akibatnya, zat ini semakin lama semakin menumpuk dan terbalut
lemak. Inilah yang bisa memicu munculnya penyakit kanker.
Dr. Eng. Agus Haryono, peneliti bidang teknologi proses dan katalisis Puslit
Kimia LIPI menjelaskan, banyak kandungan berbahaya dari kantong plastik
(kresek) bisa mengontaminasi makanan. Bila terkena suhu tinggi, pigmen warna
kantong plastik akan bermigrasi ke makanan.
Agus yang khusus meneliti plastik dan styrofoam hingga meraih gelar S3 ini
menjelaskan, bila makanan yang baru digoreng ditempatkan di kantong kresek,
suhu minyak yang tinggi akan menghasilkan kolesterol atau lemak jenuh yang
tinggi pula. Belum lagi, kantong kresek ini mengandung DOP serta logam berat
Zn (seng) yang biasanya ditambahkan pabrik plastik sebagai bahan stabilizer
untuk plastik.
DOP memang populer digunakan dalam proses plastisasi. Konsumsi DOP pada
industri PVC mencapai 50-70% dari total produksi plasticizer (senyawa aditif
yang ditambahkan ke dalam polimer untuk menambah fleksibilitas dan daya
kerjanya).

Selain efisien, DOP juga memberikan viskositas yang stabil pada saat
aplikasinya pada PVC. Lebih dari itu, harga DOP paling murah di antara
sekitar 300 plasticizer yang dikembangkan, karena proses sintesanya
sederhana dan bahan baku industri petrokimia ini juga melimpah.
Namun, ungkap Agus, pemakaian DOP, terutama aplikasinya pada food-drug
packaging (kemasan makanan dan obat-obatan) atau mainan anak-anak mulai
dipermasalahkan. Karena migrasi senyawa aromatik dari PVC yang masuk ke
dalam tubuh amat membahayakan kesehatan manusia.
Ancaman terhadap kesehatan lainnya datang dari kantong plastik
berwarna-warni. Menurut Agus, masalahnya adalah seringkali tidak diketahui
bahan pewarna yang digunakan. "Memang ada pewarna food grade untuk kantong
plastik yang aman untuk makanan. Tetapi di Indonesia jarang ditemukan hal
yang demikian. Biasanya produsen di sini menggunakan pewarna nonfood grade.
Akan tetapi menurut ilmu kimia, yang perlu diwaspadai adalah plastik yang
tidak berwarna ini. Semakin jernih, bening, dan bersih plastik tersebut,
semakin sering terdapat kandungan zat kimia yang berbahaya dan tidak aman
bagi kesehatan manusia," terang Agus.

Styrofoam yang masih tergolong keluarga plastik ternyata juga memiliki
bahaya yang sama. Sebagaimana plastik, styrofoam bersifat reaktif terhadap
suhu tinggi. Padahal salah satu kelebihan styrofoam adalah kemampuannya
menahan panas (lihat Tabel).
Tidak hanya itu, styren, bahan dasar styrofoam, bersifat larut lemak dan
alkohol. Ini berarti, kata Prof.Dr.Hj. Aisjah Girindra, ahli biokimia pada
Lab Biokimia FMIPA IPB, wadah dari jenis ini tidak cocok untuk tempat susu
yang mengandung lemak tinggi. Begitu pun dengan kopi yang dicampur krim.
Padahal, tidak sedikit restoran cepat saji yang menyuguhkan kopi panasnya
dalam wadah ini. "Karena itu sewajarnya kita berhati-hati menggunakan
styrofoam. Kalau untuk makanan dingin tidak perlu khawatir, tapi bagaimana
pun, penggunaannya sebaiknya dihindari," kata Aisjah.

Ketika meminta konfirmasinya mengenai hal ini, Prof.Ir. Dedi Fardiaz, Deputi
Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Badan Pengawasan Obat
dan Makanan (BPOM) meminta masalah ini dipandang pada tempatnya.
Di dalam styrofoam dan plastik memang ada ancaman bagi kesehatan akibat
kemungkinan imigrasi komponen-komponen dari plastik dan styrofoam ke barang
yang kita konsumsi, tuturnya. Tetapi kemungkinan ini tergantung dari jenis
pangannya, lama kontaknya, luas cakupan bahannya (plastik/styrofoam) dan
sebagainya. "Karena itu kita harus fair membahasnya. Jangan sampai nantinya
malah menimbulkan kepanikan di masyarakat akibat adanya pembahasan bahwa
styrofoam dan plastik berbahaya," tegasnya.

Penelitian yang dalam dan menyeluruh mengenai ancaman di balik kemasan dari
bahan styrofoam dan plastik memang belum dilakukan. Meski demikian,
ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang memuat tentang kemasan
sebenarnya sudah ada di Badan Standardisasi Nasional (BSN). Contohnya saja,
SNI tentang film PVC untuk kemasan kembang gula, SNI tentang botol plastik
wadah obat, makanan, dan kosmetika, SNI tentang etilen vinil asetat untuk
laminasi pangan dan SNI tentang botol gelas minuman bertekanan dipakai
ulang.

Golongan : Keluarga plastik
Sifat : Lebih ringan, praktis, tahan bocor, bisa menjaga suhu makanan dengan
baik
Ancaman Bahaya : Sama berbahayanya dengan plastik

Tambahan :

Styrofoam. Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah
satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, penelitian
terakhir membuktikan styrofoam sangat diragukan keamanannya. Styrofoam yang
dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu
mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain
itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap
nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas,
biaya murah, lebih aman, serta ringan.

Divisi Keamanan Pangan Jepang, Juli 2001, mengungkapkan bahwa residu
styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan
endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya
gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia
karsinogen dalam makanan. Saat ini masih banyak restoran-restoran siap saji
(fast food) yang masih menggunakan styrofoam sebagai wadah bagi makanan atau
minumannya. Sedapat mungkin Anda harus menghindari penggunaan styrofoam
untuk makanan atau minuman panas, karena sama halnya dengan plastik, suhu
yang terlalu tinggi dapat menyebabkan perpindahan komponen kimia secara
difusi dari styrofoam ke dalam makanan Anda.

Plastik.
Di dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan plastik, baik untuk
mengolah, menyimpan atau mengemas makanan. Dibandingkan dengan kemasan
tradisional seperti dedaunan atau kulit hewan, plastik memang lebih praktis
dan tahan lama. Sedangkan kelemahannya, plastik tidak tahan panas dan dapat
mencemari produk akibat migrasi komponen monomer yang akan berakibat buruk
terhadap kesehatan konsumen. Selain itu, plastik juga bermasalah untuk
lingkungan karena merupakan bahan yang tidak dapat dihancurkan dengan cepat
dan alami (nonbiodegradable).
Sebenarnya plastik itu tidak berbau dan berwarna. Jadi hindari penggunaan
plastik yang berbau dan berwarna gelap untuk membungkus makanan secara
langsung. Plastik kresek hitam yang sering digunakan sebagai pembungkus
gorengan, gelas plstik yang dipakai untuk air mendidih, botol kemasan air
mineral yang diterpa sinar matahari setiap hari, serta penggunaan plastik
kiloan untuk membuat ketupat, adalah contoh-contoh penggunaan kemasan
plastik yang salah dan sangat berbahaya.

Akibat dari penggunaan plastik yang tidak sesuai dengan fungsinya ini,
dikhawatirkan akan terjadi perpindahan komponen kimia dari plastik ke dalam
makanan.
Sebagian di antaranya kemasan plastik berasal dari material polyetilen,
polypropilen, polyvinylchlorida (PVC) yang jika dibakar atau dipanaskan bisa
menimbulkan dioksin, yaitu suatu zat yang sangat beracun dan merupakan
penyebab kanker serta dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh seseorang.
Sehingga menjaga plastik agar tidak berubah selama digunakan sebagai
pengemas makanan merupakan cara aman untuk menghindari bahaya-bahaya
tersebut.

Kertas
Kertas kemasan dan nonkemasan, seperti kertas koran dan majalah yang sering
digunakan untuk membungkus makanan telah terdeteksi mengandung timbal (Pb)
melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, Pb atau timbal masuk
melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah.
Kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain seperti ginjal, hati, otak,
saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan
paralysis (kelumpuhan), pallor (pucat), dan pain (sakit). Keracunan yang
terjadi pun bisa bersifat kronis dan akut. Agar terhindar dari makanan yang
telah terkontaminasi oleh logam berat seperti timbal, memang susah-susah
gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe
goreng yang dibungkus dengan koran, karena pengetahuan yang kurang dari si
penjual. Padahal bahan yang panas dan berlemak akan mempermudah berpindahnya
timbal ke makanan tersebut. Oleh karena itu, ada baiknya kita lebih selektif
dalam memilih kemasan makanan.***

Rabu, 30 Juni 2010

Kulit wanita asia cepat keriput

Jika dibandingkan dengan wanita dari belahan bumi utara, kulit wajah wanita asia cenderung lebih cepat mengalami proses penuaan. Apa sajakah tanda-tanda proses penuaan kulit ?

Seiring dengan bertambahnya usia, kita memang tak bisa mengelak dari proses penuaan. Secara umum, ada empat tanda penuaan yang bisa dilihat dari kulit wajah wanita Asia, yakni mulai timbul pigmentasi, tekstur kulit berubah, perubahan di area mata, serta kulit mulai mengendur (ptosis).

Dalam riset paling mutakhir yang dilakukan L’oreal Research Evaluation Departement terhadap 220 wanita berusia 18-83 tahun dari China, diketahui daerah pada wajah wanita Asia yang paling rentan mengalami penuaan, yakni di sekitar mata, dagu, bibir, dan pipi.

Pada bagian atas wajah, tanda-tanda yang ditemui antara lain kerutan di bagian dahi, serta timbul kerutan dan lingkaran hitam di sekitar mata. Daerah ini merupakan salah satu daerah di wajah yang rentan dehidrasi karena struktur kulitnya relatif tipis dan mudah rusak.

Tanda penuaan di daerah tengah wajah mulai terlihat di usia 40 tahun. Perhatikan kulit wajah Anda, adakah bintik hitam di sekitar wajah? Jika iya, maka Anda mengalami kelainan pigmentasi karena kelebihan pigmen dan penumpukannya di epidermis. Wanita Asia seringkali menderita kelainan ini akibat tingginya sinar radiasi matahari.

Sementara itu untuk bagian bawah wajah, tanda penuaan terlihat di daerah dagu yang bentuknya mulai berubah secara drastis. Biasanya ini terjadi saat seseorang memasuki usia 40-45 tahun. Tanda lain yang bisa dilihat adalah menurunnya kulit pipi, perubahan tekstur kulit, serta penebalan kulit leher.

Bagian lain yang berubah seiring dengan proses penuaan adalah daerah di sudut bibir. Menurut ahli kulit (dermatologis) yang terlibat dalam riset yang dilakukan L’oreal ini, kerutan-kerutan yang timbul di daerah bibir terjadi karena gerakan dan kontraksi otot yang sangat aktif di daerah tersebut.

Pengaruh Luar dan Dalam

Selain karena faktor alamiah, dr.Abraham Arimuko,SpKK menjelaskan dua faktor yang mempengaruhi proses penuaan, yakni faktor intrinsik (dalam) dan faktor ekstrinsik (luar).

Pengaruh hormon dan genetik merupakan faktor dari dalam. Sedangkan faktor dari luar yang harus diwaspadai adalah lingkungan, perawatan yang salah, gaya hidup, dan radikal bebas. "Yang bisa dicegah hanya faktor ekstrinsik," kata dokter yang akrab disapa Ari ini.

Selain tindakan medis, dr.Ari, menyarankan gaya hidup sehat dan perawatan yang tepat untuk memperlambat proses penuaan. "Mengkonsumsi makanan sehat, olahraga, dan relaksasi merupakan bagian dari gaya hidup sehat,"paparnya.

Gaya hidup sehat tentu harus diiringi dengan pemeliharaan kulit. Membersihkan wajah setiap hari, memakai tabir surya, serta mengoleskan krim anti aging (anti penuaan) setiap pagi dan malam hari, penting untuk mendapatkan hasil optimal.

Mengenal Endometriosis

Nyeri hebat setiap kali haid? Hati-hati, bisa jadi itu gejala endometriosis. Tapi bisa jadi gejala kista atau mioma uteri juga. Apa, sih, bedanya?

Endometriosis adalah suatu keadaan dimana endometrium berada di luar tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rongga rahim. "Endometrium sendiri merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan dikeluarkan secara siklik saat mens sebagai darah haid," kata dr. Sugi Suhandi Iskandar, Sp.OG dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta.

Sementara kista indung telur adalah suatu massa berisi cairan, bisa kental seperti gel (mukus), bisa juga cair (serous). "Kista ini diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang ada di ovarium, yang tak bisa dikeluarkan. Akhirnya tertampung, dan makin lama makin besar," tambah Sugi.

Lain lagi dengan mioma uteri. "Mioma uteri adalah tumor jinak dari miometrium (otot rahim). Berdasarkan letaknya, mioma uteri bisa dibagi menjadi 3, yakni mioma intramural (di dalam otot rahim), subserosa (dibawah lapisan serous, menonjol ke arah rongga perut),

serta juga submukosa (menonjol ke arah rongga rahim)."

RANGSANGAN ESTROGEN

Penyebab ketiga gangguan di atas sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti dan masih terus diteliti. "Sekarang, semua penyakit memang diarahkan ke faktor genetik sebagai penyebab. Kanker payudara misalnya, sudah diketahui gen-nya. Kalau si ibu kena kanker payudara, anaknya harus siap-siap. Tapi mioma, kista, dan endometriosis ini belum,"

terang Sugi.

Sebagian ahli berpendapat, mioma uteri terjadi karena adanya perangsangan hormon estrogen terhadap sel-sel yang ada di otot rahim. "Jadi, mioma uteri ini akibat pengaruh estrogen. Makanya, sangat jarang ditemukan pada anak-anak usia pubertas, bahkan nyaris tidak pernah. Anak usia ini, kan, belum ada rangsangan estrogennya. Sementara pada wanita menopause, mioma biasanya mengecil, karena estrogen sudah berkurang."

Penyebab kista dan endometriosis pun belum diketahui persis, "Belum ketahuan, misalnya apakah kista disebabkan oleh kelenjar yang tersumbat sehingga membesar," kata Sugi.

Sementara salah satu penyebab endometriosis diduga adalah adanya muntahan sel-sel endometriosis keluar rongga rahim saat haid. "Nah, sel-sel edometriosis ini kemudian menempel di luar rongga rahim. Ada juga yang menyebut endometriosis mengikuti aliran darah atau ikut aliran kelenjar limfa, sehingga bisa saja terjadi endometriosis di paru, mata, dan sebagainya. Ada lagi yang mengatakan endometriosis disebabkan oleh pencemaran lingkungan dan pola hidup tak sehat. Jadi, masih belum pasti sebabnya."

Diagnosis pasti endometriosis biasanya diperoleh lewat pemeriksaan laparoskopi. "Endometriosis bisa sedang bisa berat, tergantung jumlah, lokasi, dan gejalanya. Kalau berat, bisa muncul nyeri perut, bahkan sampai menyebabkan infertilitas (kemandulan)."

OBATNYA: HAMIL

Ketiga gangguan ini tentu bisa berdampak buruk, tergantung lokasi, ukuran, dan gejala yang ditimbulkan. Misalnya mioma. "Kalau tidak menimbulkan gejala, meski ukurannya besar, ya, enggak ada dampaknya. Endometriosis, meski sedikit, tapi kalau menyebabkan nyeri hebat setiap kali mens, tentu bisa mengganggu. Kista berukuran di atas 4 cm, misalnya, cenderung terpuntir. Jika terpuntir, ia akan kekurangan oksigen dan makanan, sehingga timbul nyeri yang sangat. Ini harus dioperasi," jelas Sugi.

Untuk mengatasinya, upaya yang dilakukan sekarang lebih ke pencegahan. "Hidup sehat, pola makan dan pola hidup yang baik, lakukan check-up medis minimal setahun sekali untuk ibu-ibu atau wanita yang sudah pernah berhubungan seks. Dengan pemeriksaan teratur, gejala awal bisa terdeteksi lebih dini," ujar Sugi.

Pada waktu melakukan pap smear, sebaiknya sekalian dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk melihat rahim dan indung telur. "Kalau tidak ada fasilitas USG, bisa dilakukan pemeriksaan dalam. Dilihat rahimnya bagaimana, besarnya normal apa enggak, bentuknya konsisten apa enggak, indung telur kanan dan kiri bagaimana, dan sebagainya. Kalau teraba ada massa, harus hati-hati."

Pengobatan endometriosis sendiri bisa dengan obat minum, suntik, atau operasi. "Kalau endometriosis ringan, begitu hamil, biasanya endometriosisnya malah sembuh, karena endometriosis, kan, dikeluarkan selama haid. Selama tidak haid, ia biasanya mati/tidur," ujar Sugi seraya meneruskan, "Jadi, sebetulnya obatnya adalah hamil."

Oleh karena itu, pengobatan endometriosis biasanya dengan pengobatan pseudo-pregnancy atau pseudo menopause. "Dibuat seperti menopause atau hamil, sehingga endometriosisnya tidak tumbuh."

WASPADAI KANKER OVARIUM!

Hati-hati, selain kista, ada pula gangguan yang mirip kista, yakni kanker ovarium. "Waspada bila terdapat massa di dalam perut berbentuk seperti kista, dan dari pemeriksaan USG terlihat berpupil-pupil, pola pembuluh darahnya tersebar tidak beraturan. Biasanya diperiksa dengan tumor marker. Kalau hasilnya tinggi, berarti bukan kista biasa. Kemungkinan besar kista endometriosis atau keganasan (kanker)," kata Sugi.

Kanker ovarium merupakan silent kiler. "Diam-diam tanpa gejala, tapi mematikan. Berbeda dengan kanker leher rahim yang memiliki gejala seperti perdarahan, kanker ovarium tidak. Tidak ada gejala apa-apa, tahu-tahu sudah menyebar kesana kemari. Sulit diobati. Oleh sebab itu, pencegahan dininya adalah melakukan pemeriksaan teratur."

KAPAN DIANGKAT?

Salah satu terapi mioma dan kista adalah dengan pengangkatan (operasi).

Kapan mioma harus diangkat?

1. Bila ukurannya lebih besar dari ukuran kehamilan usia 12 minggu.

2. Bila mengganggu keadaan umum, misalnya perdarahannya banyak sampai perlu transfusi.

3. Bila pembesarannya cepat. Misalnya 3 bulan lalu masih 2 cm,

sekarang sudah 6 Cm.

Kapan kista harus diangkat?

* Bila besarnya lebih dari 4 cm, karena di atas 4 cm, risiko untuk terpuntir besar. Besar kista di atas 4 cm bukan kista folikel. Kista folikel adalah kista yang pecah setiap menjelang masa subur. "Kalau besarnya di atas 4 cm, biasanya kista fungsional. Pada saat haid, biasanya tidak ada folikel. Begitu saat haid ada massa, berarti kista fungsional.Untuk meyakinkannya, dilakukan USG saat haid," terang Sugi.

NYERI HEBAT SAAT HAID

Bagaimana, sih, mengenali gejala endometriosis, kista, atau mioma? Berikut beberapa gejala yang hampir sama dan harus diwaspadai:

1. Nyeri haid hebat dan terus menerus.

2. Pembesaran di perut. Kadang-kadang, kalau masih kecil, belum teraba. Tapi, semakin besar, akan makin teraba seperti ada benjolan.

3. Muncul gejala-gejala penekanan akibat pembesaran kista/mioma. Misalnya, ke depan menekan kandung kencing, ke belakang ke rektum. Akibatnya, muncul gangguan buang air besar dan buang air kecil.

4. Pada mioma uteri, jika ukurannya besar, bisa menekan organ-organ sekitarnya.

5. Jika kista bertangkai, bisa muncul nyeri perut tiba-tiba, bahkan muntah-muntah akibat tangkai kista yang terpuntir.

6. Bisa juga membuat luas permukaan endometrium menjadi lebih tebal, sehingga haid jadi lebih banyak. "Ini karena kontraksi rahim berkurang atau terganggu, sehingga perdarahan saat mens lebih banyak," terang Sugi.

Klik